CUKUP DIKENANG JANGAN DIULANG
Cukup Dikenang, Jangan Diulang
Setiap kita punya kenangan yang tersimpan dalam hati. Ada yang indah, ada pula yang menyakitkan. Namun satu hal yang pasti: masa lalu tidak bisa diubah. Sebanyak apa pun kita berharap mengulangnya, akhir ceritanya akan tetap sama.
Aku teringat sebuah kalimat yang menyentuh hati:
“Cukup dikenang, jangan diulang. Buku yang dibaca dua kali, akhir ceritanya akan tetap sama.”
Kalimat sederhana, tapi sarat makna. Mengajarkan bahwa terkadang yang kita butuhkan bukan kembali, tetapi ikhlas melepaskan dan belajar melangkah ke depan.
Allah ﷻ berfirman:
إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا۟ مَا بِأَنفُسِهِمْ ۗ
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri."
(QS. Ar-Ra’d: 11)
Ayat ini mengajarkan bahwa perubahan bukanlah dengan terus menoleh ke belakang, tapi dengan memperbaiki diri dan menata langkah untuk masa depan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا يُلْدَغُ الْمُؤْمِنُ مِنْ جُحْرٍ وَاحِدٍ مَرَّتَيْنِ
"Seorang mukmin tidak akan disengat dari lubang yang sama dua kali."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Artinya, orang yang beriman seharusnya belajar dari kesalahan, tidak terus-menerus terjatuh dalam lubang yang sama. Kita tidak bisa menyalahkan masa lalu, tapi kita bisa memilih untuk tidak mengulanginya.
Terkadang, kenangan memang indah. Tapi jika terlalu sering diputar ulang, ia bisa menyakiti. Maka cukup dikenang, bukan untuk diulang. Kita harus berani menutup buku lama dan mulai menulis lembar baru. Karena setiap hari adalah kesempatan untuk menjadi lebih baik dari kemarin.
Hari ini, mari kita memilih untuk berjalan maju. Dengan hati yang penuh harap kepada Allah, dan keyakinan bahwa setiap langkah ke depan, insyaAllah membawa keberkahan.
Komentar
Posting Komentar