BISAKAH KAU PERMAK HATIMU



Bisakah Kau Permak Hatimu?
ditulis oleh: Umie Bilqis

Di zaman modern ini, pergaulan tak lagi terbatas pada lingkungan keluarga atau tetangga. Kemajuan teknologi telah membuka gerbang interaksi yang sangat luas melalui media sosial. Kita kini bisa "bertemu" orang dari berbagai latar belakang, budaya, pemahaman, bahkan akhlak, hanya dengan sentuhan jari.

Namun, di balik kemudahan itu, ada satu hal yang sangat rentan terluka dan menularkan luka: hati.
Hati yang tidak dijaga dengan baik akan mudah terpancing oleh perbedaan, tersulut oleh komentar, bahkan menyulut api konflik lewat kata-kata.


Hari ini, kita bisa dengan mudah menemukan caci maki, hujatan, dan kata keji berseliweran di kolom komentar. Lidah dan jemari bebas bergerak tanpa rem, tanpa sadar bahwa semua itu berakar dari hati yang tidak tertata.


Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا يَسْتَقِيمُ إِيمَانُ عَبْدٍ حَتَّى يَسْتَقِيمَ قَلْبُهُ، وَلَا يَسْتَقِيمُ قَلْبُهُ حَتَّى يَسْتَقِيمَ لِسَانُهُ

Tidak lurus iman seorang hamba hingga lurus hatinya, dan tidak lurus hatinya hingga lurus lisannya.”
— HR. Ahmad, no. 12575



Maka sungguh, iman, hati, dan lisan itu bersambung erat.
Lisan yang tajam berasal dari hati yang keruh.
Komentar yang kasar adalah tanda hati yang tak terawat.
Status penuh sindiran lahir dari jiwa yang belum berdamai.


Allah pun mengingatkan kita dalam Al-Qur'an:
يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَۙ إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

“(Yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.”
— QS. Asy-Syu’ara: 88–89


Maka mari kita permak hati kita...
Bukan dengan ego, tapi dengan Al-Qur'an dan Sunnah.
Bukan dengan pembenaran diri, tapi dengan kejujuran dan muhasabah.

Rapikan hati sebelum menulis.
 Bersihkan jiwa sebelum berbicara.
Luruskan niat sebelum menasihati.
Karena lisan dan tulisan hanyalah cermin dari isi hati yang sesungguhnya.

Mari kita sama-sama menjaga hati dan lisan.
Menata kembali hati agar lisan pun ikut tertata.
Agar ukhuwah tetap terjaga.
Karena hati yang selamat akan melahirkan lisan yang selamat pula.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

CUKUP DIKENANG JANGAN DIULANG

POLA PENDIDIKAN ANAK DALAM PERSPEKTIF ALQURAN

SABAR ADALAH KUNCI KECIL UNTUK PINTU YANG BESAR