ALLAH SWT ADA DI SAAT KAU SEPI
ALLAH SWT ADA DISAAT KAU SEPI
✍️Ditulis oleh umie Bilqis
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
"إِذَا تَجَنَّبَكَ النَّاسُ عِنْدَ الْمِحْنَةِ، فَاعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ يُرِيدُ أَنْ يَتَوَلَّى أَمْرَكَ بِنَفْسِهِ"
(Imam Syafi'i)
Artinya:
"Jika manusia menghindar darimu di kala engkau sedang mendapatkan musibah, ketahuilah bahwa Allah sendiri yang ingin mengurus urusanmu."
Imam Syafi'i
Sahabat fillah
Dalam kehidupan, manusia memang lebih cenderung untuk mendekati orang yang sedang berada dalam kemuliaan, kesuksesan atau kekayaan. Sebaliknya, ketika seseorang sedang dalam musibah, rezeki seret, atau diuji oleh Allah, banyak yang justru menjauh. Seolah-olah penderitaan itu menjijikkan atau menular.
Padahal, menurut Imam Syafi’i, saat kita ditinggal manusia dalam keadaan sulit, itu bukan tanda bahwa Allah meninggalkan kita, tapi justru tanda bahwa Allah ingin kita bergantung penuh hanya kepada-Nya.
Itu adalah momen yang Allah pilihkan agar kita bisa lebih dekat dan lebih kuat
bergantung hanya kepada-Nya.
Seperti seseorang yang dulu dikelilingi teman saat dia sukses dalam bisnis. Tapi ketika bisnisnya bangkrut, teman-temannya satu per satu menjauh. Bahkan keluarganya pun ikut menghindar. Dalam kondisi seperti ini, seseorang bisa merasa sangat sendirian.
Namun, justru di titik inilah—ketika semua pergi—ia punya kesempatan paling jernih untuk berbicara dari hati ke hati dengan Allah. Sholat terasa lebih dalam. Doa menjadi lebih khusyuk. Air mata bukan lagi karena kesedihan semata, tapi karena merasakan dekatnya Allah saat tidak ada yang lain .
Allah SWT berfirman
فَأَمَّا الْإِنسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهنن
Artinya:
"Adapun manusia, apabila Tuhannya mengujinya lalu memuliakannya dan memberinya kesenangan, maka dia berkata: 'Tuhanku telah memuliakanku'. Tetapi apabila Tuhannya mengujinya dan membatasi rezekinya, maka dia berkata: 'Tuhanku menghinakanku'."
(QS.Al-Fajr:15-16)
Yah, beginilah sifat dasar manusia dalam memandang ujian dari Allah SWT
Padahal, bukan begitu cara menilai kemuliaan dan kehinaan. Orang yang diuji bukan berarti rendah derajatnya. Bahkan bisa jadi, Allah sedang mengangkat derajatnya dengan cara yang
tidak dimengerti manusia.
Dalam QS.At-Thalaq Allah berfirman
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
"وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا، وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ، وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ"
Artinya:
"Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menjadikan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak ia sangka-sangka. Barangsiapa bertawakal kepada Allah, maka cukuplah .Allah baginya
:2-3QS.At-Thalaq
Sahabat fillah yang dirahmati Allah,
Jika suatu hari kita merasa sendiri, merasa ditinggal saat sedang dalam kesulitan, ingatlah kata-kata indah Imam Syafi'i tadi: itu bukan akhir, tapi awal dari perhatian langsung Allah atas kita.
Mari kita rawat hati dengan tawakal dan husnudzan kepada Allah. Jangan takut ditinggal manusia, tapi takutlah jika kita jauh dari Allah.
Yakinlah, Allah tidak pernah menutup pintu-Nya bagi hamba yang datang dengan tangis dan doa.
Sesuai firman Allah SWT
حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ، عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ، وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ
Artinya:
"Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan ‘Arsy yang agung."
QS.At-Taubah:129
---
🌸 Tetap kuat. Tetap sabar. Dan tetap
yakin: Allah bersamamu. 🌸
Komentar
Posting Komentar